Atur Posisi kamera agar pemain bisa selalu melihat MC dan rintangan dengan jelas
Pernah mendengar gamer yang pusing setelah main game FPS atau TPS?. Walaupun jarang terjadi untuk game ber-genre platformer, kamera memegang peranan penting dalam memberikan kenyamanan bermain. Jangan pernah menempatkan MC di suatu tempat yang tidak terjangkau oleh kamera sehingga pemain tidak tau lokasi dari MC sedang berada dimana. Di era sekarang dimana ukuran monitor PC, TV atau smartphone yang banyak yang lebar dan luas dapat membantu developer dalam melakukan pengaturan posisi kamera di game platformer. Di layar yang lebar tersebut, developer dengan mudah menempatkan MC di tengah posisi kamera agar pemain nantinya bisa melihat rintangan di depan ,belakang, atas dan bawah MC secara berbarengan.
![]() |
| Pemain dengan mudah melihat rintangan di sekeliling MC |
Biasanya posisi MC di dalam kamera adalah selalu berada di tengah atau dengan kata lain koordinat X berada di 50% dari lebar layar. Sedangkan posisi vertikal atau Y bervariasi antara 50% dari tinggi layar atau bisa juga 70%-30% dimana porsi langit lebih banyak daripada porsi tanah karena biasanya posisi langit lebih memiliki objects of interest yang lebih variatif daripada tanah.
![]() |
| Game ini secara tepat menggunakan proporsi 50% untuk posisi X, dan 70%-30% untuk Y |
Tetapi jika suatu saat kita diharuskan membuat game dengan ukuran yang lebih kecil seperti Smartwatch atau Java games, penentuan posisi kamera sangatlah krusial. Kita harus pintar-pintar mengatur secara manual spot per spot dan tidak hanya terpaku pada posisi default kamera. Perhatikan contoh penempatan kamera di layar device yang sempit dibawah ini :
Pencapaian terbaik dalam melakukan pengaturan kamera dalam sebuah game adalah bagaimana saat bermain, pemain tidak sadar akan eksistensi kamera di game tersebut.
Ada juga kasus dimana terdapat penempatan kamera yang kurang tepat di game-game platformer. Tidak selamanya posisi default dari kemera selalu pas, ada kalanya kita harus memodifikasi posisi kamera di tempat tertentu agar pemain bisa nyaman melihat kedalam isi kamera. Berikut contoh yang salah dan sering dijumpai di game platformer.
Before
![]() |
| Pemain akan kebingungan, apakah platform di bawahnya aman dipijak atau tidak. Manfaatkanlah ruang kosong untuk dipakai dalam penempatan kamera. |
After
![]() |
Dengan penempatan kamera yang benar, pemain bisa mengetahui bahwa platform di bawahnya itu aman untuk dipijak. Serta sekilas didepan terlihat potongan platform lain yang secara tidak sengaja memberitahu pemain bahwa ada alternatif platform yang bisa dicapai juga dengan cara melompat.
Solusi lain untuk mengatasi permasalahan pada kamera yaitu penggunaan kontrol zoom in-zoom out pada kamera. Jadi jika saat MC berada di area yang minim object interaktif/musuh, kamera bisa di set di posisi zoom in atau mendekat sehingga pemain bisa fokus pada animasi MC dan keindahan background. Zoom in juga bisa ditampilkan saat pemain terlalu lama tidak melakukan apa-apa terlalu lama atau idle (lupa mem-pause permainan) sehingga saat pemain mulai ingin melanjutkan permainan, pemain bisa langsung terfokus pada tokoh MC. Setelah MC mulai bergerak, barulah kamera sedikit bergerak mundur atau zoom out. Zoom out juga diatur saat MC menemui banyak rintangan, puzzle atau saat melakukan perjalanan ke arah vertikal agar secara tidak sadar pemain terfokus pada lingkungan area sekeliling MC.
Hal menarik dan sedikit lucu yang mungkin secara tidak sadar menjadi sebuah standart dalam membuat game platformer adalah perjalanan MC dari start ke tempat tujuan hampir pasti dimulai dari sisi kiri ke sisi kanan. Alam bawah sadar kita ternyata punya persepsi bahwa kiri ke kanan itu ditangkap otak sebagai visual motion. Coba bayangkan kita bermain game dari kanan ke kiri, baru membayangkannya saja sudah bikin pusing bukan?haha. Selengkapnya bisa dibaca di artikel dari Gizmodo di sini.
|








0 comments:
Post a Comment